Minggu, 11 November 2012

Tips Cara Belajar Stand Up Comedy

Haha, sedikit share nih tentang Stand Up Comedy, moga membantu yang ingin jadi Stand Up Comedian atau Penulis Joke..... :-D



Tips Cara Belajar Stand Up Comedy Raditya Dika. Kata @radityadika : ”Orang yg melakukan stand up comedy disebut sebagai juga “comic”, satu kesatuan lawakan = “set” dan masing2 jokes = “bits”. Ga semua calon penulis komedi di indonesia paham stand-up comedy krn 1) ga tahu, atau 2) tahu tapi ga ngerti karena kendala bahasa. Kalo emang gak ngerti gara2 kendala bahasa, calon penulis mending belajar bahasa inggris deh.. :p belajar bhs inggris membantu bukan hanya u/ paham stand up comedy tapi juga u/ baca tulisan2 asing sbg bahan pengayaan tulisan kita..”


Lanjutan Wacana diatas : “Oke, sekarang pertanyaannya: knp stand up comedy harus dipahami oleh seorang penulis komedi? Kan mediumnya berbeda? Karena eh karena. Stand up comedy membantu kita memahami anatomi paling dasar dari sebuah lelucon yaitu SETUP dan PUNCHLINE. Ini luar biasa penting..Set-up = bagian yg tidak lucu, sedangkan punchline = bagian yg lucu. Ini adalah kerangka dasar sebuah jokes.”


Lanjutan lagi : “Balik ke stand up, Isi lawakan dlm stand up comedy macem2, biasanya bercerita tentang observasi dan pengalaman pribadi sang komedian. Masing2 komedian/comics punya ciri khasnya sendiri, George Carlin misalnya lebih ke menggerutu dan sering nyerempet ke religi. Jerry Seinfeld lebih “bersih” tanpa sumpah serapah, sebaliknya Richard Pryor isinya menyumpah dan mengumpat2. Dave Chappelle berbicara ttg org kulit hitam, Margareth Cho bicara tentang politik dan perempuan, Ellen DeGeneres ttg kehidupan modern. Yang keren Robin Williams, banyak org bilang stand up comedy dia semuanya improv dan tidak dihafalkan.. On the spot lawakannya keluar! Mitch Hedberg jokesnya “one-liner” yaitu hanya sekalimat2, sedangkan Mitch Fatel lebih ke arah seks. Masih banyak yg lain. Semua komedian tadi ada di youtube, bisa liat sendiri..”


Nah kurang lebih seperti itu Tweet dari Radit mengenai Stand Up Comedy. Ada beberapa artikel yang gue kutip juga, tentunya mengenai Stand Up Comedy. Inilah beberapa artikelnya
Kalau dalam teori SUC, materi jokes yang dilempar ke penonton terdiri dari dua struktur. Set-up dan Punch-line. Nah, setup dalam SUC adalah bagian penceritaan yang tidak lucu tapi harus memancing penasaran pendengar (Hooked). Ia ditaruh di awal pemceritaan. Baru, di bagian akhir penceritaan SUC, sisipkan punchline. Punchline itu bagian penceritaan yang lucu.
Coba perhatikan alinea di atas, terutama bagi kalian yang telah berpengalaman menulis cerita humor atau FF humor. Kenal dengan istilah Twist, samakah twist dengan istilah punchline? Nah itu kesamaannya. Punchline dalam SUC teryata sama dengan istilah twist dalam teknik menulis humor. Lengkapnya, twist adalah kata-kata humor di akhir tulisan yang mengejutkan pembaca karena pembaca tiba-tiba dikejutkan (atau dibelokkan) oleh penulis. Sama kan dengan SUC? Setup SUC pun sama dengan pengantar cerita humor.
Bedanya tentu ada antara SUC dengan tulisan humor, terutama pada segi penyampaian materinya. Berikut beberapa tips menulis humor:
  1. Mulailah dari yang terpendek dahulu untuk menulis humor. Maksudnya, Flash Fiction.
  2. Untuk menghindari plagiasisasi ide humor, pakailah rumusan “What if (apa jadinya jika….)” dalam mencari ide. Mereka para comic, ternyata juga menggunakan rumusan ini, sehingga mereka disebut observer comic. Maksud dari rumusan ini adalah, amatilah kehidupan anda sehari-hari, lalu tanamkan dalam pikiran anda ” Bagaimana perilaku yang telahh biasa sehari-sehari jika ditambahkan whati if humor?”
  3. Jangan lupa, dalam menulis humor ada struktur: pengantar dan twist. Artinya, kalau sedang menulis pengantar cerita humor, jangan sekali-kali memberitahu pembaca twistnya apa, apalagi ditulis dalam judul. Itu sangat tabu.
Gue berpikir tiap org yg mau nulis komedi paling ga harus paham dulu stand up comedy dan bagaimana jokes dikonstruksikan didalamnya. Bagi yg blom tau, stand up comedy adalah salah satu bentuk melawak dgn cara bicara sendirian di depan orang banyak. Stand up comedy bisa dibilang semacam monolog, namun dengan struktur lebih rapih, lebih fast-paced, dan (biasanya) lebih singkat. Bagi yang penasaran bisa coba lihat di youtube search aja “stand up comedy” ada banyak banget contohnya. Perhatiin, ini dasar komedi.
Stand up comedy sebenarnya muncul dari Inggris pada abad ke 18 – 19, namun mendapat popularitas yang cepat dari perkembangannya di US. Orang yg melakukan stand up comedy disebut sebagai juga “comic”, satu kesatuan lawakan = “set” dan masing2 jokes = “bits”. Ga semua calon penulis komedi di indonesia paham stand-up comedy krn 1) ga tahu, atau 2) tahu tapi ga ngerti karena kendala bahasa. Kalo emang gak ngerti gara2 kendala bahasa, calon penulis mending belajar bahasa inggris deh.. :p belajar bhs inggris membantu bukan hanya u/ paham stand up comedy tapi juga u/ baca tulisan2 asing sbg bahan pengayaan tulisan kita..
Balik ke stand up, Isi lawakan dlm stand up comedy macem2, biasanya bercerita tentang observasi dan pengalaman pribadi sang komedian. Masing2 komedian/comics punya ciri khasnya sendiri, George Carlin misalnya lebih ke menggerutu dan sering nyerempet ke religi. Jerry Seinfeld lebih “bersih” tanpa sumpah serapah, sebaliknya Richard Pryor isinya menyumpah dan mengumpat2. Dave Chappelle berbicara ttg org kulit hitam, Margareth Cho bicara tentang politik dan perempuan, Ellen DeGeneres ttg kehidupan modern. Yang keren Robin Williams, banyak org bilang stand up comedy dia semuanya improv dan tidak dihafalkan.. On the spot lawakannya keluar! Mitch Hedberg jokesnya “one-liner” yaitu hanya sekalimat2, sedangkan Mitch Fatel lebih ke arah seks. Masih banyak yg lain. Semua komedian tadi ada di youtube, bisa liatsendiri.. Pahami gmn stand up comedian ini menyalurkan “persona” mrk menjadi lawakan..
Oke, sekarang pertanyaannya: knp stand up comedy harus dipahami oleh seorang penulis komedi? Kan mediumnya berbeda? Karena eh karena. Stand up comedy membantu kita memahami anatomi paling dasar dari sebuah lelucon yaitu SETUP dan PUNCHLINE. Ini luar biasa penting..Set-up = bagian yg tidak lucu, sedangkan punchline = bagian yg lucu. Ini adalah kerangka dasar sebuah jokes.
Contohnya begini..Berikut adalah jokes Mitch Hedberg yg akan digunakan sbg contoh, yg dia katakan pada saat stand up comedy dalam CD Mitch All Together: Jokes-nya adalah: “My fake plants died because I did not pretend to water them.” – Mitch Hedberg Setup dari jokes tadi adalah: “my fake plants died”, sedangkan punchline = “because I did not pretend to water them”..Ada twist yg membuat kita ketawa pada punchline tersebut. Kita “dibelokkan” oleh punchline-nya, seperti ditonjok (makanya namanya punch)(btw, kenapa kita ketawa pd punchline yg asik bs dijelaskan scr filosofis -oleh schopenahuer lebih tepatnya, tp itu lain waktu aja :p) Semua komedian pake struktur ini. Ada yang setupnya panjang, kadang ada yang cuma dua kata, tp konstruksinya sama: Setup – Punchline! Dane Cook contoh stand up comedian yg dikritik karena jokes2nya gak punya punchline, hanya memainkan ekspresi muka dan kata2 kasar..
Gue sendiri dalam menulis, satu paragraf biasanya terdiri dari 3 kalimat setup yang diiringi dgn punchline. Lama2 intuitif kok..Kalau kita tahu tentang setup dan punchline yg dipake oleh standup comedian, lalu apa gunanya dalam menulis komedi?Dalam mengkonstruksi kalimat dalam sebuah tulisan komedik, kita pake cara stand up comedia: berusaha mencari set up sebanyak mungkin..Pengalaman kita, yg sedih, yg nakutin, yg bikin sakit hati, itu semua tambang emas setup, dan PASTI bisa dicari puchline-nya, asal jeli. Setelah setup ketemu, kita baru berpikir apa punchline-nya? Komedian2 bisa berminggu2 mencari punchline yang pas..
Banyak komedian yg nulis stand up comedy-nya ke buku.. Bisa kita otopsi jokes2 mereka. Ini latihan yang baik untuk belajar nulis jokes. Jerry Seinfeld menulis Seinlanguage, George Carlin menulis Brain Droppings, Tim Allen dgn I’m Not Really Here.. Lalu masih banyak lagi..Yang agak beda Ellen DeGeneres, dia menulis My Point Is And I do Have One dengan cara mengembangkan sets yang dia punya menjadi prosa..Kalau udah jago, kita bisa buat dialog jadi sebuah punchline. Atau buat set-up panjang dalam bentuk adegan visual.. Bisa jadi macem2..
Nah, next time mau nulis blog yg komedik, novel yg komedik, cari ritme-nya: bisa 2 kalimat 1 punchline, bisa 1 paragraf 1 punchline..Intinya, dasar komedi = SETUP dan PUNCHLINE yg baik. Banyak2 bedah jokes standup comedian, lalu praktekkan sendiri dlm tulisan..Jokes dalam tulisan harus asosiatif (dgn setup-punchline), bukan slapstick kayak tulisan “gue jatoh dr tangga”.. Kenapa?Karena dgn jokes yg asosiatif akan membuat pembaca berpikir sendiri sebelum tertawa, jatuhnya lebih memuaskan buat pembaca.
Membaca adalah proses discovery, lelucon yg kita tulis jg harus memberikan itu buat pembaca, ada sense of discovery-nya.
Klik Link di bawah ini untuk liat video cara menjadi Stand Up Comedian :


»»  Read More...

Di Kejar Anjing atau Mengejar Anjing ?

            Pada suatu hari, saya bermain bola bersama kaka saya, tetapi kaka saya begitu jail sehingga melempar bola basket  ke arah  saya..... Saya  mengambil  bola basket itu  dan melempar  balik ke arah kaka saya, tapi kaka saya malah kabur... Jadi saya mengejarnya hingga melewati rumah tetangga yang pintu pagernya terbuka. Kaka saya berlari melewati rumah itu.. tapi tidak di kejar anjing, giliran saya,, membawa bola melewati rumah itu dan tiba tiba "Guk..GUk.." Saya kaget dan melihat ke belakang saya ternyata, dua ekor anjing mengejar saya, saya berlari sekencang-kencangnyaa.... Tapi, ketika melihat ke belakang saya anjingnya menjadi 3, 2 ekor anjing besar dan 1 ekor anjing kecil [Ga Tau Jenisnya]... Setelah beberapa Kilometer di kejar anjing, eh beberapa meter.. Pemilik anjingnya memanggil anjingnya dan anjingnya langsung kembali dengan tanpa perlawanan, saya pun mutar arah dan kembali ke rumah saya dengan tampang yang paniiik, dan deg degan kaya jantungan... Tau Ga Rasanya... Kalo belom tau coba aj asendiri :P

Sumber : Kenyataan
-Tamat-
»»  Read More...

Kamis, 23 Agustus 2012

Mudik

Pada suatu hari pada saat lebaran Puput ingin pulang kembali ke kampungnya, tapi ia bingung karena tidak punya uang untuk pulang kampung. Ketika Puput sedang membeli chiki di warung, ia bertemu seseorang yang berbada besar, tinggi dan hitam. Puput kaget dan langsung bertanya pada orang itu dengan nada gugup, “Si..Si…Siapa kamu?” Orang itu tetap diam dan tidak menjawab pertanyaan Puput. Ia mendekati Puput dan menangkapnya, lalu orang itu tertawa terbahak-bahak “Hahahahaha”. Puput bingung, saking bingungna, rasa takut Puput hilang. Tiba-tiba, orang itu membuka mulutnya lebar-lebar dan bersiap memakan Puput, Puput berteriak sekeras-kerasnya. Hingga ia di tolong oleh seseorang dengan baju berwarna putih. Orang berbaju putih itu melawan orang hitam tersebut, dan karena perkelahian antara orang berbaju putih dengan orang hitam, banyak darah berceceran, Puput pun muntah-muntah. Tetapi saat Puput muntah, tiba-tiba orang hitam itu sudah hilang dan menyisakan orang berbaju putih. Puput bertanya pada orang itu, “Hei, siapa kau ?”. Orang berbaju putih tersebut tidak memberi tahu siapa dirinya, tetapi ia malah balik bertanya pada Puput, “Kau mau tahu apa sebutan untuk kejadian ini?” Puput pun menjawab “Ya, saya ingin mengetahuinya”. Orang berbaju putih itu pun menjawab, “ Kejadian ini disebut MUDIK”, Puput bingung dan kebai bertanya, “Mengapa kejadian ini disebut MUDIK, sementara yang aku tahu arti MUDIK adalah pulang kampung” Orang berbaju putih itu kembali menjawab, “Bukan, pada kejadian ini, MUDIK tidak diartika sebagai Pulang Kampung” “Lalu?” tanya Puput, “kejadian ini dinamakan Mudik karena pada saat muntah engkau hanya mengeluarkan sedikit muntahan”, ucap Orang tersebut. PUput kembali bertanya, “Apa hubungannya?”. Orang berbaju putih itu menjawab, “Aku menyebut kejadian ini MUDIK, karena menurutku kepanjangan MUDIK adalah MUNTAH DIKIT” Jawab Orang tersebut. Akhirnya, orang itu pun pergi menghilang.

 

 

 

SEKIAN

 

by Admin

»»  Read More...

Rabu, 15 Agustus 2012

Tentang Puasa Wishal


Yang dimaksud dengan wishal adalah menyambung puasa yaitu tidak bberbuka ketika tenggelamnya matahari dan meneruskan puasanya. Dan para ulama berbeda pendapat dalam permaslahan ini. Dan yang benar adalah diperbolehkan wishal sampai waktu sahur saja. Berdasarkan hadits dalam Al-Bukhary dari Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam,
لاَ تُوَاصِلُوا فَأَيُّكُمْ أَرَادَ أَنْ يُوَاصِلَ فَلْيُوَاصِلْ حَتَّى السَّحَرِ
“Janganlah kalian menyambung puasa, siapa di antara kalian ingin menyambung puasa maka baginya menyambung sampai waktu sahur.”
Jika telah sampai waktu sahur maka wajib baginya untuk berbuka.

Berdasarkan ini maka wishal ada dua hukum:
Wishal dari setelah tenggelam matahari. Maka hukumnya boleh (sebagian ulama mengatakan makruh) tetapi tidak disunnahkan. Yang disunnahkan adalah mnyegerakan berbuka ketika tenggelam matahari.
Wishal yang melewati waktu sahur, maka ini hukumnya tidak boleh dan haram. Berdasarkan larangan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan diirwayatkan larangan ini dalam hadits yang lain dari Abu Hurairah, Ibnu ‘Umar, ‘Aisyah dan Abu Sa’id.


»»  Read More...